banyak hal yang bisa kita bahas dan kupas mengenai rumah tangga dan keluarga. sebagai keluarga tentunya dimulai dari individu yang saling mengenal dan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing masing, begitu juga keluarganya. menjadi 1 keluarga artinya mengikatkan diri untuk melebur ke 1 wadah cetakan yang sama. jika diibaratkan cetakan ukuran 1 liter, sementara individu pertama berukuran 1 liter / lebih dan individu ke dua berukuran 1 liter / kurang. cetakan ini harus dibagi individu dengan seimbang. bisa 0,5 liter atau prosentasi 50% setiap individunya supaya terbentuk cetakan yang pas dan tidak timpang.
keluarga adalah urusan 2 individu yang menjadi 1, 2 keluarga menjadi 1. oleh sebab itu ada baiknya jika sudah menapaki tahap suci ini, pastikan kita hidup ideal. apa itu hidup ideal? hidup berumah tangga dengan kemampuan 2 individu ini tumbuh besar bersama, bukan diikut campuri dengan keluarga masing-masing. ini ideal supaya tidak ada keberpihakan sikap terhadap 1 keluarga dengan keluarga lainnya. sikap mau mengalah untuk memberanikan hidup melabuhkan bahtera rumah tangga ya harus dipilih individu. tidak bisa sikap mendua hati, 1 sisi ingin berlabuh tetapi 1 sisinya ingin tetap tinggal dikenyamanan keluarga ia dibesarkan.
menjadi keluarga harus siap dari sisi mental dan hati. siap mau dikoreksi dan mengkoreksi. disusul dengan harus siap dari sisi emosional dan perencanaan keluarga mau dibawa kemana? bahteranya diarahkan kemana? ke badai pencobaan? ke lautan luas berbahaya? ke tujuan yang diimpikan? tinggal pilih. itu tugas kepala keluarga disana dimainkan. kesepakatan awal memang perlu dan dibentuk dari setiap perbedaan, bukan dari kecocokan yang ada. melihat dari sudut ini yang susah diterima masyarakat luas saat ini, menganggap hal tabuh dan melawan arus pemikiran orang umum. tapi itu lah realitas yang ada dalam mengarungi hidup rumah tangga. tidak semuanya itu yang cocok yang kita pakai patokan sudah siap berumah tangga, lihat banyak faktor lainnya termasuk ketidak cocokan itu sendiri. sudah mantapkan pilihanmu? sudah benarkah yang kamu pilih? jika itu sudah terlanjur dan sudah berlayar dilautan kehidupan bagaimana? jawabannya ya simple, jalani dengan penuh tanggung jawab karena itu pilihanmu awal dulu bukan orang lain yang menentukan.
kesiapan lainnya sebuah rumah tangga adalah segi financial, apakah sudah diperhitungkan bagaimana kelak akan membiayai operasional bahtera saat mulai berlayar dan meninggalkan dermaganya di resepsi pernikah itu. perencanaan matang dengan keluarga membawa logistik apa saja untuk mencukupi perjalanan bahtera itu. apakah sudah disiapkan peralatan keselamatannya? peralatan perbaikannya jika menghadapi kerusakan mesin dan kerusakan lainnya? apakah sudah cukup persediaan makanan untuk crew dalam bahtera tersebut? apakah ada peralatan persenjataan yang memadai untuk mengamankan bahtera dari serangan penyusup / bajak laut / perompak / kapal asing? ibaratnya seperti itu sebuah keluarga tidak asal jalan dan melayar.
dalam sisi berlayar dan menjalani sebagai keluarga kecil harus siap untuk berpisah dengan dermaganya yakni keluarga. bukan untuk menjauhkan dengan keluarga secara harfiah, tetapi tanggung jawab dan respon individu sekarang harus diurus oleh 2 individu tersebut masing-masing. setiap individu memiliki hak dan kewajibannya yang setara, tidak ada yang dominan seharusnya, itu yang sehat. saat sedang diterpa badai masalah pun selesaikan berdua bukannya sedikit sedikit kembali ke dermaga lagi. keluarga boleh dijadikan bahan masukan / mencari opini dari segi pandang mereka, tetapi juga tidak 1 keluarga saja, tetapi kedua keluarga. ada hal yang baik yang pernah saya dapatkan saat bekerja merantau, salah satu seorang atasan pernah berinteraksi saat menjalankan tugas penegakan disiplin, disana atasan tersebut menyebutkan "APA YANG KITA DENGAR DARI ORANG LAIN ADALAH OPINI, APA YANG KITA LIHAT ADALAH SEBUAH PERSPEKTIF SUDUT PANDANG, DAN KEBENARAN SEJATINYA YANG TAHU ADALAH INDIVIDU TERSEBUT DENGAN SANG PENCIPTA" jadi dari pelajaran ini, apa masalah kita tidak juga selalu dikonsultasikan dengan keluarga, karena juga tidak baik seakan tidak sanggup menghadapi masalah demi masalah yang terjadi. lain sisi pendapat keluarga tidak selalu benar dan paling tepat untuk solusinya, sehingga perlu diingat kembali awal mula membuat bahtera dan memperjuangkannya sampai tahap sudah melabuh ditengah samudera kehidupan
ada baiknya menghidupi sebuah keluarga kecil dengan bahtera yang sangat sederhana sudah dibina dengan rasa kepercayaan antar 1 individu ke individu lainnya dan tidak menyembunyikan sesuatu. kebiasaan ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga itu boleh, tetapi yang namanya mengarungi samudera kehidupan bekal bekal juga diperhatikan untuk kemampuan kapal kedepan, tidak boleh memprioritaskan keluarga masing-masing selain keselamatan bahternya sendiri. menurut penuturan senior yang telah berhasil menangani dan berpengalaman makan asinnya samudera kehidupan membilang "KELUARGA KECILMU YANG KAMU PRIORITASKAN, MAU MEMBERI KE KELUARGA HARUS DIBICARAKAN DULU 2 INDIVIDU, MAU NGASIH BERAPA? BUKAN SEPIHAK ATAU MALAH MAIN SEMBUNYI-SEMBUNYI DARI BELAKANG". ada benarnya dan merupakan kejujuran dalam hidup berumah tangga. kalau ada keinginan tidak harus langsung dipaksakan dipenuhi dan berupaya karena mampu menghasilkan financial sendiri terus bilang "Aturen dewe wae kabeh, Wes gajimu atur dewe, Gajiku tak atur e dewe". kata kata yang muncul dari mulut timbul dari dalam hati, dan dari hati tercermin lah pribadi siapa individu itu sebenarnya, apakah memang sayang-mengasihi atau hanya sebatas rasa nyaman karena fasilitas yang diterima. semoga tidak seperti itu terjadi dalam hidup kita, tetapi point penting yang ingin penulis sampaikan, tetap rendah hati dan berusaha mengalah untuk menyelamatkan bahtera rumah tangga mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tolong komentarnya yang membangun ya?