Minggu, 02 Mei 2021

29 years 2 months 13 days or 10,665 days

 tidak dipungkiri harapan dan cita-cita akan selalu membawa kita ke realitas yang terus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. setiap individu manusia tentu memiliki beragam angan, harapan dan cita-cita tentunya, termasuk saya. mengutip teorinya maslow teori hierarki kebutuhan, jadi manusia itu bakal mencari dan mendapatkan kebutuhannya. kebutuhan dasar di teorinya itu rasa aman, rasa kasih sayang. Kalo tidak butuh ya berarti tidak bakal tumbuh. Intinya diawali dari diri kita sendiri. nah, bagaimana kita sekarang mendapat rasa aman? bagaimana kita mendapat rasa kasih sayang? ya bermula dari mana kita berasal, yakni keluarga kita masing-masing.

kenapa dengan keluarga, dari keluarga semua kekuatan, pengetahuan, karakter dan individu kita dibentuk. dengan melihat orang tua kita sehari-hari, dari cara berucap dan bersikap bisa kita tiru dengan sadar atau tidaknya. dari kasih sayang yang diberikan dan perhatian yang dicurahkan kepada kita baik kita rasakan atau tidak. dari didikan yang bersifat dasar, motorik awal, pendidikan formal, pendidikan non formal, pengenalan warna dan kata serta huruf. ya keluarga inilah yang membentuk kita sekarang ini. bagaimana orang tuamu? bagaimana kakakmu? bagaimana adikmu? bagaimana saudara saudarimu yang tinggal seatap denganmu? tanpa kita sadari ternyata kita terbentuk mula-mula dari meraka, tetapi semakin dewasa kita akan bertumbuh dan berkembang dengan faktor yang lebih kompleks lagi.

faktor komplek yang mempengaruhi kita saat dewasa ialah, lingkungan tempat tinggal kita, budaya yang diturunkan nenek kakek moyang kita dulu, sistem pendidikan kita, serta lingkungan alam kita. satu persatu yuk kita bahas. 

1. lingkungan tempat tinggal kita

ya dengan lingkungan yang perhatian dan saling care akan menghadirkan pribadi yang hangat dan menyukai dengan keharmonisan dan sebaliknya (tidak sepenuhnya benar tetapi relative demikian).

2. budaya

adat suku bahasa serta sistem norma yang berjalan yang telah dipelihara oleh nenek kakek moyang kita selalu diturunkan agar tidak luntur dan dapat mengenal sejatinya kita dari mana dan identitas yang melekat secara nyata dan dengan hal seperti inilah kita secara tidak langsung sudah dikotak-kotakan dengan pengenalan perbedaan perbedaan yang ada antar suku adat bahasa dan budaya. tidak lah salah sebenarnya, bagaimana kita menyikapi saja, ada yang terbuka dan saling bertukar budaya demi kemajuan dan peradaban. tapi tidak sedikit pula yang membuat ketidak adilan serta berat sebelah, antar budaya yang lebih maju akan selalu mendominasi budaya yang lambat. dan selalu ada korban disitu. tetapi terlepas dari hal tersebut budaya yang membentuk kita untuk meneruskan dan mengenalkan darimana kita berasal bukan untuk menyamakan atau memaksakan budaya kita ke orang lain. ingat kita bukan 1 golongan saja tetapi beraneka ragam yang nyata ada. 

3. sistem pendidikan

dengan kemajuan peradaban karena budaya, kita mulai belajar dengan pelajaran dasar dan pengembangannya. dalam sistem yang diambil dan menjadi kebijakan inilah kita juga dibentuk. dari apa yang kita dapat disekolah untuk bekal awal menapaki kehidupan demi kehidupan selanjutnya. sistem pendidikan yang hanya mengutamakan nilai baik disetiap pelajaran atau sistem pendidikan yang tujuan dasarnya menemukan potensi individual? jika kita hanya dituntut untuk selalu mendapat nilai baik / memuaskan disemua mata pelajaran niscaya itu akan melemahkan individu individu yang tidak memiliki kemampuan yang memang setingan awal dari pencipta tidak dibuat untuk hal tersebut. berujung kepada depresi, frustasi, tidak percaya diri, introvert, pendiam, penyendiri dan menjadi sorotoan sesuatu yang berkonotasi negatif. tetapi sebaliknya jika individu mampu dalam segala mata pelajaran seakan menjadi kebanggan orangtua dan menganggap masa depan akan sangat cerah. nilai raport / evaluasi anak pada kertas adalah dimasa nya saja berlakunya tidak dengan kehidupan kita yang terus berjalan ini. seperti grafik eksponensial, bisa saja tahapan tahun pendidikan merupakan proses pengembangan yang lambat tetapi selepas dunia pendidikan individu ini bisa menjadi melesat dengan begitu tidak terbatas dengan bisnis / usahanya, who knows? setiap individu memlilki keunikan dan keahlian masing-masing dibidangnya dan harus disesuaikan dengan lingkungan dan tempatnya yang sesuai juga nantinya. jadi menilai individu dari pendidikan saja tidaklah cukup

4. lingkungan alam

aspek geografi juga pembentuk individu yang cukup dominan, karena belahan dunia memang tersebar begitu luas dan dengan keunikan masing masing tempat. ada yang 4 musim, ada yang 2 musim, ada pegunungan dan ada tepi pantai, ada hutan rimba dan ada perkotaan, tetapi alam dengan bijaknya selalu mengikuti cara hidup manusia yang tinggal didalamnya meskipun alam tidak pernah menuntut karena yang awal tercipat adalah alam baru manusia dikemudian. harusnya dan sepatutnya manusia bisa menghargai yang lebih senior menurut saya. karena dari alam kita akan menemukan rahasia dunia lambat atau cepat, alam terlalu banyak menyimpan misteri yang harus dipecahkan umat manunia untuk meniru dan belajar dari yang sudah terjadi. saksi sejarah dimana-mana seharusnya menyadarkan manusia untuk menjadi 1 kesatuan tujuan menjaga alam yang sedari awal indah dan asri untuk kemaslahatan umat manusia. jika tidak kita jaga, anak cucu kita akan hidup seperti apa? bisa membayangkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tolong komentarnya yang membangun ya?