Kamis, 06 Mei 2021

katekisasi pernikahan

katekisasi pernikahan atau sekolah sebelum menikah atau kegiatan pranikah adalah bimbingan kerohanian dari budaya kristiani sebelum benar disatukan menjadi sebuah keluarga yang sah dihadapan gereja dan Tuhan. budaya ini lambat laun juga ditirukan umat agama seberang dengan mewajibkannya sebagai syarat penikahan di agamanya dengan cara dan konsep yang 11-12. tidak menjadi masalah kalau sesuatu yang baik dan benar itu ditiru, apresiasi tentunya dengan kebijakan yang seperti itu. disamping banyak nilai positifnya tentu saja akan membuat kehidupan pasangan baru itu akan lebih mantap tentunya. 

dalam pengalaman penulis melewati tahap ini penulis sangat ingin jika tulisan ini akan bermafaat kepada khalayak umum bukan hanya untuk terkhusus keluarga kecil penulis juga. berikut point yang diberikan oleh ibu pendeta waktu itu dengan 3 kali pertemuan sebelumnya dalam 2 tempat yang berbeda dan nuansa yang berbeda.

pertemuan pertama, penulis bergabung dalam katekisasi bersamaan dengan 2 pasangan lainnya yang sudah melewati 2/3 perjalanan katekisasinya di gereja. karena bergabung pertama kali dengan pasangan yang sudah dapat materi sebelumnya, terpaksa kami adalah pasangan termuda yang langsung lompat materi terakhir yang sedang akan diajarkan kepada kami. yang akhir jadi awal, yang awal jadi akhir begitulah kira-kira ungkapan yang tepat dalam pengalaman katekisasi ini. materi yang pertama dibawakan adalah tentang reproduksi, yang mana diajarkan bukan sebagai bahan yang tabu, yang harus diketahui dan saling melayani antar individu pasangan dengan lawan pasangannya tersebut. diajarkan untuk merencanakan masa depan ingin berkeluarga berketurunan jumlah berapa, menggunakan alat kontrasepsi apa, dan mempersiapkan saat sang individu tersebut akan menjadi seorang ibu. dengan hati dan biologis yang harus dikendalikan dipersiapkan untuk menghadapi saat-saat waktu tersebut bagi seorang suami untuk bisa taat dan tidak selingkuh dan aneh-aneh. individu yang akan dibentuk menjadi seorang suami yang peduli terhadap istrinya, berani menemani saat melahirkan, berani mengambil bagian saat istri hamil dengan mengambil pekerjaan rumah untuk dikerjakan seperti mencuci, menyapu, mengepel, cuci piring, dll. masuk diakal pelajaran pertama diterima dan akan lanjut pertemuan katekisasi ke 2 dan ke 3 tidak dalam urutan waktu yang cepat / selang beberapa hari / minggu melainkan 1 kali periode dinas kerja di tanah rantau seorang karyawan swasta (2 bulan).

katekisasi ke dua, dilakukan di rumah ibu pendeta, dengan 1 pasangan baru yang juga akan melangsungkan pernikahan dalam waktu-waktu dekat. berbeda dengan kami yang juga masih maju mundur memilih 1 buah tanggal pastinya untuk pernikahan. dalam pertemuan ini diajarkan ibu pendeta untuk terbuka dengan masalah financial / keuangan. 2 pasangan muda ditantang dengan ibu pendeta untuk merencanakan keuangan selama menjadi keluarga. diberikanlah 1 kertas dan pulpen untuk menulis berpasang-pasangan mengenai perencanaan keuangan bulanan keluarga baru kami. saya dengan pasangan pun langsung menuliskan apa yang sudah kita latih sedari 5 tahun berpacaran yakni kewajiban-kewajiban bulanan seperti, biaya KPR rumah, biaya listri, biaya air, biaya pulsa, biaya untuk keluarga besarnya selama masih single dan biaya untuk entertain diri sendiri. dari kami tulis dengan mudah dan cepat dengan waktu yang cukup saat diberikan tantangan tersebut. menunggu pasangan satunya yang masih lama dan masih kelihatan masih ragu-ragu dalam merencanakan sampai dengan selesai. singkat cerita sudah selesailah pekerjaan kami sebagai calon keluarga baru dari ibu pendeta. makan dibukalah setiap kertas hasil kerja kami dan tidak diperlihatkan antar pasangan demi privasi dan previlage antar kami. karena tentunya pendapatan kami berbeda-beda dan tidak etis jika diumbar atau dibuka dalam forum tersebut. pada saat tersebut pasangan 1nya adalah kelihatan dari pasangan yang sudah berpunya / berada / mampu / kaya. terlihat dari mobil yang dibawa dan diparkir didepan rumah ibu pendeta saat kami telat masuk dan janjian karena belum tahu rumah beliau karena GPS yang salah ke rumah bidan / perawat / didaerah gps tersebut (dekat rumah beliau ibu pendeta). kembali ke kertas yang dibuka ibu pendeta mulai dijelaskan kekurangan apa yang kita rencanakan yakni yang mula-mula dan sangat mendasar dari kami umat percaya Tuhan Yesus adalah persepuluhan. jadi dalam ajaran keagamaan kami, diajarkan untuk memberikan sepersepuluh dari penghasilan kita selama 1 bulan. 10% besar lho, kalau di agama seberang ditulisnya 2,5%. iya berat loh ketika di tanya ibu pendeta kenapa ko tidak di tulis di awal kewajiban ini? sebelumnya jujur saat masa smp dan sma dan kuliah, penulis selalu rajin menyertakan 10% dari apa yang penulis punya selama 1 bulan / 1 minggu berjalan. bukan dari penghasilan ya karena dilihat usia smp dan sma dan kuliah adalah belum punya pekerjaan yang ada hanyalah uang saku / jajan yang disisihkan untuk persembahan. begitu taatnya dilakukan untuk belajar memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Tuhan latih sedari kecil mau memberikan 10% miliknya dari uang ribuan, puluhan ribu dan Tuhan lambat laun memberikan kepercayaan ke uang ratusan ribu dan jutaan saat penulis menulis ini. sempat penulis mengalami kemrosotan iman, dan kegitan perpuluhan vakum beberapa tahun setelah justru mendapat pekerjaan. karena uang semakin banyak diterima perpuluhan pun semakin besar dan tentunya makin pelit saat akan memberi kepada Tuhan. hal ini lah yang diingatkan ibu pendeta saat itu untuk belajar taat lagi apalagi sekarang akan menjadi keluarga baru dalam Tuhan. ingat ya perpuluhan itu bukan disisakan tetapi disisihkan. setelah perpuluhan hal lain yang menjadi sorotan ibu pendeta membaca kertas tugas kami adalah kewajiban kita menjadi anak untuk berbakti kepada orang tua, dengan memberikan apa dari yang kita hasilkan untuk mereka. bukan hal yang tidak kita lakukan penulis dan pasangan lakukan. karena sudah menjadi rutinitas bulanan kami untuk orang tua, tetapi karena pasanga muda 1nya selain kami yang tidak menuliskan. sehingga ibu pendeta mengingatkan meskipun orangtua sudah kaya raya dan punya penghasilan jauh lebh besar dari kita, kita wajib memberikan sesuatu sebagai balas jasa dan ucapan syukur dan terimakasih karena kita telah ada dan bisa sampai sekarang ini. pasangan muda chinese ini lupa / tidak terpikir / tidak pernah berbuat, penulis juga hanya bisa menerka saja. tapi setidaknya penulis dan pasangan sudah melakukannya, dengan bangga dan hati ayem tidak dikomentari ibu pendeta. belum selesai soal pemberian kepada orang tua, ibu pendeta menekan 1 point lagi yakni pemberian kepada orang tua saat sudah menjadi suami dan istri / pasangan baru haruslah dengan adil. kata adil ini lah yang menjadi cambuk bagi kami. dikira sudah aman dan akan lewat di point ini ternyata ada hal yang perlu dibenarkan oleh ibu pendeta dan ingatkan kepada kami. memberikan kepada orang tua tidak dilihat dari jumlah nominal, tetapi seberapa tulus dan rela hati memberi dengan pantas. adil sama dengan seimbang, penulis dan pasangan menulis dengan jumlah nominal berbeda untuk keluarga besar penulis dan keluarga besar pasangan penulis. hal inilah yang jadi koreksi ibu pendeta, diingatkan untuk memberi harus sama besarnya, sama nominalnya, agar tidak cemburu dan tidak berat sebelah. masuk akal. penulis catat dan belajar untuk melakukannya dengan setia. 1 point lagi terkait pemberian kepada orang tua yang harus dilakukan adalah, jika akan diberikan kepada orang tua perempuan maka suami lah yang memberikan, jika akan diberikan kepada orang tua pria maka istrilah yang memberikannya. hal ini ada baiknya dan benarnya juga, agar hubungan baik dengan mertua tetap terjaga dan rasa saling sayang dan kepedulian dapat tercermin dengan baik melalui keluarga baru ini. hal inilah yang penulis masih menjadi PR besar bagi keluarga baru kami. ntah istri yang lupa, atau tidak mau melakukan hal itu penulis benar-benar tidak tahu. besar harapan istri penulis dapat memahami dan membaca sedikit ulasan apa yang kita berdua pelajari saat waktu lalu menjadi nyata. point yang penulis ingat selanjutnya terkait pemberian kepada keluarga adalah tidak boleh sluman slumun slimpet dalam bahasa jawa yang diajarkan ibu pendeta. semua harus terus terang dalam keluarga, seperti yang pernah diajarkan oleh om penulis yang juga sebagai seorang pendeta. waktu dulu pernah ditawari untuk dibimbing katekisasi serta pendidikan pra nikah serta pernikahan oleh jasa om sendiri. sempat sampai datang ke rumah om dan sudah iya mengangguk dan mau. tetapi kenyataan berjalannya waktu semua berubah karena pihak calon istri. tidak perlu dibahas untuk ini mungkin ada waktunya sendiri suatu saat. sluman slumun slimpet adalah tindakan berlaku curang dengan sedikit sedikit memberi bantuan ke keluarga sendiri tanpa diketahui pasangannya, tindakan ini mungkin seperti egois dan tidak manusiawi tetapi secara pernikahan ini sangat baik manfaatnya, tujuannya untuk keterbukaan. jadi kalaupun ingin memberik ke keluarga nya sendiri harus sepengetahuan pasangannya dan nominalnya pun juga harus disepakati. memang hal yang wajar saat keluarga kita kekurangan dan kita pasti akan merespon untuk membantu, tetapi tidak selalu harus kita bantu karena kita sudah berkeluarga sendiri dan tanggung jawab nya kepada keluarga sendiri dahulu baru keluarga nya. masuk akal seharusnya. karena kita sudah berjanji 2 menjadi 1. tindakan membantu kakak kandung / adik kandung seharusnya juga sudah disepakati dari awal hubungan dan dengan jelas dan gamblang di awal sebelum pernikahan. tidak boleh sedikit sedikit membantu, takutnya apa, keluarga yang kita bantu malah menjadi ketergantungan dan tidak menjadi tanggung jawab amanat tugas tanggung jawabnya memenuhi keluarganya sendiri malah mengandalkan kita yang membantu. seperti membelikan sepatu untuk kakak kandung, seharusnya tidak perlu dilakukan kalaupun akan melakukan harusnya membilang dengan pasangan dengan rencananya tidak bersifat memberitahu yang sudah ada keputusan pasti akan dibelikan sepatu untuk kakaknya, seperti itulah. itu bukan terbuka tetapi terkesan memaksa dan termasuk sluman slumun slimpet tadi. semangat penulis tidak sampai disini, akan terus menulis apa yang penulis rasakan dari waktu ke waktu menjadi catatan kecil dalam sepenggal kehidupan yang fana dari penulis semasa hidup.

kewajiban terkait financial selanjutanya adalah, kewajiban bersifat pokok dan perencanaan kesehatan juga tidak boleh terlewat. apakah asuransi dan dana darurat bagi keluarga. kewajiban pokok misalnya:
pinjaman utang yang harus dilunasi ; kpr, motor, mobil dll
tabungan ; anak pendidikan sekolah, rekreasi, aset dll
operasional bulanan ; biaya makan, biaya listrik, biaya air, biaya pulsa komunikasi dan paket data, asuransi kesehatan dll
entertaiment ; uang suami (hobi), uang istri (hobi)
biaya serivice ; motor, mobil, peralatan rumah, elektronik dll
uang tak terduga ; keluarga ada yang sakit mendadak, kecelakaan kendaraan dll
pertemuan kedua diajarkan untuk saling percaya soal ekonomi dan taat dengan perintah Tuhan yang sudah menjadi kewajibana umat pilihannya.

pertemuan ketiga, bertempat dirumah ibu pendeta lagi dengan kali ini menggunakan kendaraan milik sendiri mobil buntut tahun 83, karena sudah tahu rute tempat tinggal ibu pendeta jadi diputuskan membawa mobil ini selain juga karena kondisi hujan saat itu. tak lupa membawakan oleh oleh untuk ibu pendeta dan ke 2 anaknya yang masih kecil karena sudah ditinggal suami berpulang ke rumah Tuhan. dipertemuan ini kali terakhir bagi kami pasangan yang sdh 3 kali pertemuan dalam sesi katekisasi dan siap dalam hari pernikahan yang dinanti. masih bersama pasangan chinese kaya yang di pertemuan ke-dua tema dan topik kali ini adalah menjadi keluarga yang merdeka dan berdaulat. apa maksudnya keluarga yang hidup dengan pemikiran dan bimbingan Tuhan setiap saat tanpa diikut campuri dengan orang tua pihak manapun. biasanya banyak kasus hubungan bisa hancur karena urusan keluarga dicampur dengan orang tua. makanya tidak baik jika setelah menikah masih hidup bersama orang tua. karena nats alktib pun berkata demikian, tidaklah baik jika seorang suami dan istri masih tinggal bersama orang tuanya, harus meninggalkan mereka untuk hidup sendiri dan mandiri. hal ini juga yang waktu dulu om pendeta menyampaikan hal ini juga, sama dan klop materi yang ibu pendeta bawakan sebagai bahan katekisasi pernikahan ini. anak selalu terpengaruh dengan orang tua, sedikit sedikit ada masalah atau pertimbangan ditanyakan dengan suara orang tua. tidak baik dan tidak benar hal demikian karena lama kelamaan harga diri pasangan suami atau kepala rumah tangga tidak dihargai atau dihormati dan suara suami / pasangan mulai redup dan hilang tergantikan dengan suara orang tua yang terus terdengar. hidupnya seperti boneka yang menunggu instruksi orang tua dan tidak merdeka dan berdaulat atas keputusan keputusan yang harus diambil. hal ini juga terjadi pada penulis ketika akan memilih istri akan ikut merantau atau istri tetap tinggal dirumah. diawal istri memilih akan ikut, tetapi lama kelamaan istri berubah pikiran dan tetap tinggal dengan orang tua. meskipun penulis sudah memiliki rumah untuk berdua tinggal tetapi terlihat istri enggan betah untuk mau tinggal dirumah tersebut dan membina keluarga bersama, tetap pulang kerja dan berkegiatan dirumah dengan orang tua karean ada kebiasaan-kebiasaan yang istri masih belum bisa tinggalkan. pola kerja 3 shift, anak bungsu yang disayang kedua orangtua, apa-apa kebutuhan tinggal teriak minta ke mama / papa seperti, siapkan makan, masakan makanan yang hanya bisa dimakan karena disukai dan yang lainnya tidak makan, siapkan cucian baju, membangunkan tidur dari jadwal kerja, menyiapkan air mandi memasak hingga menumpahkannya ke wadah mandi. semoga suatu saat istri akan membaca dan mulai tersadar akan kehidupan keluarga yang merdeka dan berdaulat. 

penulis cukupkan sampai disini, jika ada yang penulis ingat akan penulis tambahkan didalam nya atau membuat lanjutan katekisasi pernikahan jilid 2 karena ada buku catetan kami saat katekisasi yang masih dirumah. siapa tau ada yang kurang nanti bisa penulis tambahkan, dan juga jika pembaca ada yang setuju dan tidak setuju, sependapat atau tidak sependapat jangan sungkan untuk menuliskan dikolom komentar ya.. gbu see you

29 years 2 months 18 days, 10,670 days ; terkadang malu

 tiba tanggal 6 yang benar sesuai reminder dalam kalender hp berbunyi setelah benar di setting dengan tanggal yang tepat kelahiran adek kemarin. masih sama pagi hari tidak lupa mengucapkan doa dan ucapan syukur bertambahnya usia serta memposting dalam keluarga group whatsapp agar supaya keluarga lain juga turut ingat dan bersuka karena 1 keluarga lain sedang berbahagia. tanggapan keluarga ada yang memberikan ucapan selamat dan memberikan doa yang terbaik untuknya, meskipun tidak semua sepertinya. ada yang memang tidak pernah aktif mengucapkan, ada tipikal keluarga yang cuma rajin membaca, ada yang juga mengomentari. hal yang wajar saja, tapi setidaknya saling mengingatkan dan merujuk suatu hubungan silaturahmi meskipun jauh terpisah jarak dan waktu tetapi bisa terhubung meskipun hanya sekedar ucapan teks via chat group whatsapp. 

dalam malam begadang tanggal 4 kemarin tidak hanya membuat video timeline yang aku kerjakan untuk sedikit hadiah kecil yang bisa aku lakukan untuknya, ada 1 gambar karikatur yang aku buat melalui photoshop. meskipun menyadari itu tidaklah terlalu grafis kekinian tapi cukup lumayan lama dan susah dalam memadu madankan antar setiap gambar serta editingnya. syukur, jadilah 1 gambar dengan maksud tertentu didalamnya. mengetahui adek perempuan ini adalah seorang mahasiswi universitas kenamaan warga jawa tengah, semarang tepatnya. aku pilih sosok karikatur wisudawati yang akan menjadi plot point of view dari segala arah. kenapa wisudawati? tentu saja doa seorang kakak untuk adiknya cepat dan lekas menyelesaikan jenjang pendidikan S1 program studi pilihannya dulu. sekarang semester 8 baginya menempuh pendidikan ini, rata-rata jenjang pendidikan ini adalah semester terakhir untuk dilewati sebelum benar dinyatakan lulus. gambar berikutnya adalah backgroup matahari bersinar, bukannya tanpa arti kenapa memilih gambar tersebut. kakaknya ini berharap dia akan mengawali seperti matahari yang baru mau merekah dan siap menyinari seluruh dunia dengan terang dan fungsinya serta memberikan kehidupan bagi semua yang menerima sinarnya, thats it. gambar berikutnya dalam karikatur adalah pemandangan dalam peternakan, yangmana terdapat kandang ternak beserta ayam, kambing dan sapi. kenapa gambar itu? ya jelas korelasi dari bidang disiplin ilmu yang sedang adekku pelajari, yakni sarjana peternakan. meskipun sudah semester 8, kakaknya ini tahu ko bahwa sebenarnya bukan passion dia menggeluti pendidikan sarjana ini. karena sedari awal, pertengahan kuliah sudah sering bilang tidak passionnya. tetapi aku cukup syalut buat adikku ini, meskipun tidak suka tetapi tetap mau menyelesaikan sampai akhir karena dia tahu, dia disekolahkan masuk pendidikan makan biaya, memakan waktu sehingga dia tetap kuliah sampai dengan semester sekarang. dan juga kakaknya tahu ko dalam kemauannya juga kurang chick dalam peternakan, interestnya kurang dan tidak ada tanda semangat untuk mendalaminya, tapi whateverlah yang penting kakaknya tahu pendidikan bukanlah semata yang akan membuatnya sukses, tetapi dari link, lingkungan dan teman serta kerabat ketemu serta pengalaman berorganisasi dan memanage waktu serta pikiran selama 8 semesterlah yang membuat dia nanti akan kuat menghadapi dunia yang sebenarnya. dunia pekerjaan dan realitas kehidupan zaman sekarang yang begitu luar biasa rusak dan susahnya mendapatkan kehidupan yang laik. semoga adek bisa membaca tulisan ini suatu saat, kakak tidak pernah menyesal adek tidak niat yang 100% dalam studinya ini, tapi bukan dari peternakan yang kakak harapkan darimu, tetapi kamu yang menjadi kamu sebenarnya dengan masa proses 8 semester hidup menjadi anak kos, tahu memanage waktu buat sekolah, buat keluarga, buat me time dan buat lingkungan. kembali lagi ke karikatur lengkap rasanya gambar tersebut aku buat, sekarang adalah kadonya adalah sebuah bantal dengan motif karikatur tersebut. simple dan tidak yang wah memang tetapi harapannya dapat menjadi pelecut semangat untuk menggapai cita-citamu dek. dan juga bantal ini saran dari kakak iparmu, meskipun dalam memilih dan menentukan diselingi intrik beda pendapat yang biasa keluarga baru memulai kehidupan rumah tangga.

dengan antusias aku pasang di story whatsap tentang ulang tahun timeline video adekku dan juga gambar karikatur buatan tangan sendiri ini. bukan hal kecil, dan mudah saat proses itu semua selain kreatifitas tentu butuh kesabaran dan ketekunan untuk menyatukan jadi sebuah karya yang bisa aku banggakan selain proses buatnya tentu saja isi materinya. apa materinya dalam video timeline, yang aku kasih tagline "jangan lupakan masa ini" yakni foto memorial adikku masa kecil sampai dengan dewasa sekarang. dari wajah yang polos, wajah yang kusem, wajah yang ingusan, wajah yang apa adanya, wajah sd, wajah smp, wajah sma, wajah kuliah dan sampai dengan wajah kebahagiaanya diluar sana. bukan juga tanpa arti kenapa dipasang seperti itu, dengan harapan suatu saat adek tidak lupa dari mana adek berasal. ya dari keluarga sederhana, almarhum ayah sebagai Buruh tani (bukan petani), buruh itu tidak punya tanah garapan miliknya sendiri buruh hanya bekerja sebagai petani menggarap tanah milik orang lain, pinjeman bisa, bagi hasil bisa dll. ya sekedar buruh. dan ibu yang seorang ibu rumah tangga setelah kena PHK kerja di hotel tempat ia bekerja dahulu, 8 sd 9 tahun lalu saat kakaknya baru awal awal kuliah. dan seorang kakak yang menyayangi adeknya dengan foto memeluk saat kecil kepada adiknya. foto itupun disimpan dengan rapi dan bagus di lapto pribadinya sedari dulu. bukan kebetulan foto itu ada. karena memang kakaknya sayang dan peduli dengannya sedari kecil, meskipun dalam berbagai bentu melampiaskan tanda sayangnya, terkadang jaim, terkadang hanya berkata memanggil dengan sebutan "adek" saat menyapa atau memanggilnya, mungkin sepele ya, tapi coba lakukan jika kamu belum pernah melakukan pasti ada sesuatu yang aneh dirasakan. tapi kakaknya coba untuk bisa mengutarakan karena memang sayang. mungkin kakaknya juga galak dan disiplin karena background kepribadiannya dibentuk dan membentuk dengan style demikian (suka dengan disiplin militer). tetapi semua itu ya karena sayang dan ingin adeknya selalu berhati-hati tidak ceroboh. ya, semua itu aku banggakan kepada teman dan link dipergaulanku, kenalanku dan teman kerjaku di story whatsapp. bangga sekali melihat adeknya tumbuh dewasa dengan sempurna dan tidak kurang suatu apapun. tetapi sampai dengan sore, tidak nampak balasan story whatapp dari dirinya tentang apa yang dilakukan kakaknya kepadanya. terus terang kakaknya sampai sering ngecek story di hp nya tetapi tidak ditemukannya berulang-ulang sampai dengan kakaknya menulis ini pun tidak terlihat. tetapi kakaknyapun tahu kalau dia pasang story tetapi dibeda sosial media, yakni instagram. melihat 1 per 1 teman temannya linknya mengucapkan ucapan yang sama dan semua di repost dengan catatan-catatan kecil darinya. ada banyak repostan karena tentu saja pergaulan dan temannya sangatlah banyak di universitas atau teman mainnya. 1 per 1 dilihat dan berharap ada 1 repostan yang dibuat kakaknya dengan video atau karikaturnya tetapi tidak jua ada. 

mungkin malu, seperti judul tulisan ini. mungkin saja, dia malu mengakui dan terlahir dan terfoto / terjepret dengan mode yang tidak glamour dan hedon. mungkin saja, dia malu mengakui jurusan peternakan dalam karikatur sarjana karikatur tidaklah membanggakan dan sesuatu aib yang identik dengan kandang dan sesuatu yang bau. mungkin saja, dia malu mengakui keluarganya yang biasa saja. dan mungkin saja, memang tidak niat untuk posting di whatsapp story karena biasa saja. ya semua adalah kemungkinan, kemungkinan bisa benar dan bisa salah. terkadang malu... ya malu..

Rabu, 05 Mei 2021

29 years 2 months 17 days ; 10,669 days : LUPA

 tanggal 5 mei 2021 sekarang ini dalam kalender hp ku ada pengingat ulang tahun untuk adik kandungku. maka malam hari tanggal 4 mei, sebagai kakak ingin memberikan surprise membuatkan timeline video untuk dirinya. maka dibuatlah dengan waktu dan tenaga yang ada dengan mencoba sebaik mungkin selain sebagai hadiah dan menguji skill untuk berkreatifitas melalui aplikasi HP selain itu juga tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik kepada orang lain. sampai dengan tepat jam 12 malam video yang disusun dari kumpulan foto sedari kecil dan perjalanan dewasanya menginjak usia 22 tahunnya itu akhirnya selesai, back sound yang cocok, transisi antar foto diseting, template dan icon ditambahkan agar meriah, tak lupa ucapan dan pesan tertuang untuk dirinya pun dirangkai. karena sudah jadi video itu diupload di youtube pribadi, sebagai kenangan dan bentuk kebahagiaan juga yang kakaknya rasakan bahwa seorang adik sudah tumbuh menjadi wanita yang dewasa seperti sekarang ini. banyak ucapan syukur dan melihat foto demi foto yang aku pilih untuknya ternyata mengembalikan sedikit memori demi memori masa kecil bersamanya. kadang tidak akur, kadang akur, kadang hangout bareng, kadang cuma sekedar telepon video conference, ya semua terlewati dengan begitu cepat. 

waktu menunjukan jam 12 lebih sedikit upload-an video di youtube pun sudah selesai, mulai lah aku share di group keluarga dengan ucapan kebahagiaan juga tentunya. ucapannya berbunyi 

"https://youtu.be/BTrZ8c4sa_s

Special to adekku sayangku cintaku @Winda Telp 

Happy bday... gusti mberkahi selalu

Waktu menunjukan pukul 24.00 wita.. selisih 1 jam gpp dgn wib 🤣

Segera lulus kuliah

Dpt pkerjaan

Dan mampu membuka usaha

Sehat dan damai sejahtera

Cita dan cinta terwujud

Love you, 

Mas" 

karena waktu sudah terlalu malam, aku pun bergegas tidur untuk menyiapkan diri bekerja esok paginya. keesokan paginya bukannya tersanjung dengan video tersebut tetapi respon adik yang baru bangun dan melihat group keluarga sudah ada ucapan diapun tertawa dan menulis 

"Lah kan tanggal 6 wwkwkwkwkwkwkwk"

ya ampun ternyata lupa kalau ulang tahunnya tanggal 6 bukan 5. bukan lagi kecepatan 1 jam seperti dalam tulisan diatas karena perbedaan waktu yang terjadi antara WIB dan WITA, melainkan kecepatan 1 hari lebih 1 jam. hahahaha its oke, menurutku lebih baik cepat dari pada terlambat, karena antusias ikut kebahagiaan yang dia rasakan dengan pertumbuhan usia


Selasa, 04 Mei 2021

29 years 2 months 16 days, 10,668 days

 sesuatu yang terbayang dalam pikiran menjadi buah dan bunga mimpi saat kita sadar dari istirahat kita. entah itu sesuatu yang dipikirkan terlalu dalam seperti hal pekerjaan, hal keluarga, hal pertemanan. sesuatu yang dipikirkan terlalu dalam itu tidak baik, karena apa?

1. belum tentu hal tersebut terjadi, hanya baru menjadi pemikiran saja

2. over thinking membuat cepat lelah

3. menjauhkan dari hubungan yang baik menjadi hubungan yang penuh curiga

4. membuat istirahat menjadi percuma, tidak bisa tidur

5. banyak hal menjadi tidak bisa dikerjakan 

6. konsenterasi tidak dapat diperoleh

mengatasi hal ini memang susah susah gampang, menjadikan buah pemikiran panjang dan rumit menjadi simple dan sederhana. terlalu over dan terlalu less itu memang tidak baik sedari awal, sehingga latihlah sedari dini untuk kita membuat pikiran kita tidak penuh dan sesak dengan hal hal yang bersifat sampah seperti itu, tenangkan pikiran agar dapat ketenangan dalam hidup

perlunya konfirmasi dan check and recheck akan membantu overthinking menurun dan terkontrol. tidak berarti menjadi posesif dan selalu mencurigai, hanya sebatas tahu kebenaran dan tahu rules jalan arahnya kemana, indikasi negatif atau positif. kalau sudah tahu arah jalannya positif ya bisa santai dan hilangkan overthinking. jika hasilnya negatif perlu ditanyakan dengan baik dan tentunya instropeksi diri apakah layak dan kekurangan apa yang membuat jadi negatif. mungkin semudah dalam kata, tetapi pr besar jika dilakukan dalam kehidupan nyata. tapi mencobalah dan tanamkan kepercayaan


Senin, 03 Mei 2021

29 years 2 months 15 days 10,667 days : Rumah Tangga

 banyak hal yang bisa kita bahas dan kupas mengenai rumah tangga dan keluarga. sebagai keluarga tentunya dimulai dari individu yang saling mengenal dan mengetahui kelebihan dan kekurangan masing masing, begitu juga keluarganya. menjadi 1 keluarga artinya mengikatkan diri untuk melebur ke 1 wadah cetakan yang sama. jika diibaratkan cetakan ukuran 1 liter, sementara individu pertama berukuran 1 liter / lebih dan individu ke dua berukuran 1 liter / kurang. cetakan ini harus dibagi individu dengan seimbang. bisa 0,5 liter atau prosentasi 50% setiap individunya supaya terbentuk cetakan yang pas dan tidak timpang.

keluarga adalah urusan 2 individu yang menjadi 1, 2 keluarga menjadi 1. oleh sebab itu ada baiknya jika sudah menapaki tahap suci ini,  pastikan kita hidup ideal. apa itu hidup ideal? hidup berumah tangga dengan kemampuan 2 individu ini tumbuh besar bersama, bukan diikut campuri dengan keluarga masing-masing. ini ideal supaya tidak ada keberpihakan sikap terhadap 1 keluarga dengan keluarga lainnya. sikap mau mengalah untuk memberanikan hidup melabuhkan bahtera rumah tangga ya harus dipilih individu. tidak bisa sikap mendua hati, 1 sisi ingin berlabuh tetapi 1 sisinya ingin tetap tinggal dikenyamanan keluarga ia dibesarkan. 

menjadi keluarga harus siap dari sisi mental dan hati. siap mau dikoreksi dan mengkoreksi. disusul dengan harus siap dari sisi emosional dan perencanaan keluarga mau dibawa kemana? bahteranya diarahkan kemana? ke badai pencobaan? ke lautan luas berbahaya? ke tujuan yang diimpikan? tinggal pilih. itu tugas kepala keluarga disana dimainkan. kesepakatan awal memang perlu dan dibentuk dari setiap perbedaan, bukan dari kecocokan yang ada. melihat dari sudut ini yang susah diterima masyarakat luas saat ini, menganggap hal tabuh dan melawan arus pemikiran orang umum. tapi itu lah realitas yang ada dalam mengarungi hidup rumah tangga. tidak semuanya itu yang cocok yang kita pakai patokan sudah siap berumah tangga, lihat banyak faktor lainnya termasuk ketidak cocokan itu sendiri. sudah mantapkan pilihanmu? sudah benarkah yang kamu pilih? jika itu sudah terlanjur dan sudah berlayar dilautan kehidupan bagaimana? jawabannya ya simple, jalani dengan penuh tanggung jawab karena itu pilihanmu awal dulu bukan orang lain yang menentukan.

kesiapan lainnya sebuah rumah tangga adalah segi financial, apakah sudah diperhitungkan bagaimana kelak akan membiayai operasional bahtera saat mulai berlayar dan meninggalkan dermaganya di resepsi pernikah itu. perencanaan matang dengan keluarga membawa logistik apa saja untuk mencukupi perjalanan bahtera itu. apakah sudah disiapkan peralatan keselamatannya? peralatan perbaikannya jika menghadapi kerusakan mesin dan kerusakan lainnya? apakah sudah cukup persediaan makanan untuk crew dalam bahtera tersebut? apakah ada peralatan persenjataan yang memadai untuk mengamankan bahtera dari serangan penyusup / bajak laut / perompak / kapal asing? ibaratnya seperti itu sebuah keluarga tidak asal jalan dan melayar.

dalam sisi berlayar dan menjalani sebagai keluarga kecil harus siap untuk berpisah dengan dermaganya yakni keluarga. bukan untuk menjauhkan dengan keluarga secara harfiah, tetapi tanggung jawab dan respon individu sekarang harus diurus oleh 2 individu tersebut masing-masing. setiap individu memiliki hak dan kewajibannya yang setara, tidak ada yang dominan seharusnya, itu yang sehat. saat sedang diterpa badai masalah pun selesaikan berdua bukannya sedikit sedikit kembali ke dermaga lagi. keluarga boleh dijadikan bahan masukan / mencari opini dari segi pandang mereka, tetapi juga tidak 1 keluarga saja, tetapi kedua keluarga. ada hal yang baik yang pernah saya dapatkan saat bekerja merantau, salah satu seorang atasan pernah berinteraksi saat menjalankan tugas penegakan disiplin, disana atasan tersebut menyebutkan "APA YANG KITA DENGAR DARI ORANG LAIN ADALAH OPINI, APA YANG KITA LIHAT ADALAH SEBUAH PERSPEKTIF SUDUT PANDANG, DAN KEBENARAN SEJATINYA YANG TAHU ADALAH INDIVIDU TERSEBUT DENGAN SANG PENCIPTA" jadi dari pelajaran ini, apa masalah kita tidak juga selalu dikonsultasikan dengan keluarga, karena juga tidak baik seakan tidak sanggup menghadapi masalah demi masalah yang terjadi. lain sisi pendapat keluarga tidak selalu benar dan paling tepat untuk solusinya, sehingga perlu diingat kembali awal mula membuat bahtera dan memperjuangkannya sampai tahap sudah melabuh ditengah samudera kehidupan

ada baiknya menghidupi sebuah keluarga kecil dengan bahtera yang sangat sederhana sudah dibina dengan rasa kepercayaan antar 1 individu ke individu lainnya dan tidak menyembunyikan sesuatu. kebiasaan ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga itu boleh, tetapi yang namanya mengarungi samudera kehidupan bekal bekal juga diperhatikan untuk kemampuan kapal kedepan, tidak boleh memprioritaskan keluarga masing-masing selain keselamatan bahternya sendiri. menurut penuturan senior yang telah berhasil menangani dan berpengalaman makan asinnya samudera kehidupan membilang "KELUARGA KECILMU YANG KAMU PRIORITASKAN, MAU MEMBERI KE KELUARGA HARUS DIBICARAKAN DULU 2 INDIVIDU, MAU NGASIH BERAPA? BUKAN SEPIHAK ATAU MALAH MAIN SEMBUNYI-SEMBUNYI DARI BELAKANG". ada benarnya dan merupakan kejujuran dalam hidup berumah tangga. kalau ada keinginan tidak harus langsung dipaksakan dipenuhi dan berupaya karena mampu menghasilkan financial sendiri terus bilang "Aturen dewe wae kabeh, Wes gajimu atur dewe, Gajiku tak atur e dewe". kata kata yang muncul dari mulut timbul dari dalam hati, dan dari hati tercermin lah pribadi siapa individu itu sebenarnya, apakah memang sayang-mengasihi atau hanya sebatas rasa nyaman karena fasilitas yang diterima. semoga tidak seperti itu terjadi dalam hidup kita, tetapi point penting yang ingin penulis sampaikan, tetap rendah hati dan berusaha mengalah untuk menyelamatkan bahtera rumah tangga mu.

Minggu, 02 Mei 2021

Pergulatan batin

 kontradiksi, prokontra, protagonis dan antagonis, ya dan tidak adalah sebagian hal yang menunjukan sebuah perbedaan. sesuatu perbandingan yang tidak akan ketemu. apakah kamu pernah mengalami? mustahil jika tidak mengalami. jangan menyangkal, itulah kreasi alam sang pencipta kita. bagaimana rasa itu muncul? 

semakin kesini, rasa pergulatan batin, pemikiran dan tindakan bisa selalu terjadi kapan saja disituasi apa saja. rasa ini menjepit dan menyesakan dada dan hati. pilihan mana yang akan kita jalani. pertimbangan selalu membuntuti dari setiap pergulatan batin ini. dalam hati berkata A tetapi tindakan bertindak B tidak match (klop / sesuai). setiap individu menemukan cara untuk mengatasi pergulatan batin / ketidak sinkronan ini, ada yang memilih kata hatinya, ada yang memilih pemikirannya, ada yang mengkombinasikan keduanya. susah bagi kita membiasakan menjalani apa yang kita ingini dalam hati karena pemikiran kita dan rasa tenggang rasa terhadap orang lain, takutnya apa yang kita pilih tidak pas untuk orang lain. oleh karena hal inilah mahluk dibumi ini, ras manusia adalah mahluk yang paling komplesk adanya. dari sisi emosi kejiwaan, pemahaman dan pengeksekusian bisa saja terjadi salah paham dan tidak nyambung. dengan mengetahui bahwa kita ini memiliki keinginan dasar masing masing untuk mengembangkannya menjadi harapan dan cita cita diri, seharusnya kita bisa mulai belajar mengutarakan lewat mulut sesuatu yang benar dari dalam diri (dalam hati / dalam batin) sehingga keluar menjadi tindakan dan pemikiran orang melihat sesuatu yang ingin kita sampaikan (point pentingnya). 

tidak untuk menjadikan keinginan hati kita yang paling benar / bisa diterima tetapi dengan mengatakan dan bertindak dengan selaras yang kita ingini akan mengurangi beban hidup yang akan kita jalani. tidak akan merasakan perasaan menipu diri sendiri dan penyesalan. sikap jujur dan berterus terang ini harus diimbangi bagi pendengar atau lingkungan sekitar yang merasakan hasil dari keinginan kita. apa maksdunya? ya jujur itu susah susah mudah, tetapi point berikutnya tidak berhenti menjadi seorang yang jujur, tetapi bagaimana kesiapan circumtance kita / lingkungan kita. mampu menerima / sanggup memahi dan membantunya atau justru kebalikannya, tidak siap.

lakukan sesuatu yang diingin dengan hati diselaraskan dengan perkataan dan perbuatan serta pemikiran yang positif niscaya kita hidup lebih bersih.

29 years 2 months 13 days or 10,665 days

 tidak dipungkiri harapan dan cita-cita akan selalu membawa kita ke realitas yang terus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. setiap individu manusia tentu memiliki beragam angan, harapan dan cita-cita tentunya, termasuk saya. mengutip teorinya maslow teori hierarki kebutuhan, jadi manusia itu bakal mencari dan mendapatkan kebutuhannya. kebutuhan dasar di teorinya itu rasa aman, rasa kasih sayang. Kalo tidak butuh ya berarti tidak bakal tumbuh. Intinya diawali dari diri kita sendiri. nah, bagaimana kita sekarang mendapat rasa aman? bagaimana kita mendapat rasa kasih sayang? ya bermula dari mana kita berasal, yakni keluarga kita masing-masing.

kenapa dengan keluarga, dari keluarga semua kekuatan, pengetahuan, karakter dan individu kita dibentuk. dengan melihat orang tua kita sehari-hari, dari cara berucap dan bersikap bisa kita tiru dengan sadar atau tidaknya. dari kasih sayang yang diberikan dan perhatian yang dicurahkan kepada kita baik kita rasakan atau tidak. dari didikan yang bersifat dasar, motorik awal, pendidikan formal, pendidikan non formal, pengenalan warna dan kata serta huruf. ya keluarga inilah yang membentuk kita sekarang ini. bagaimana orang tuamu? bagaimana kakakmu? bagaimana adikmu? bagaimana saudara saudarimu yang tinggal seatap denganmu? tanpa kita sadari ternyata kita terbentuk mula-mula dari meraka, tetapi semakin dewasa kita akan bertumbuh dan berkembang dengan faktor yang lebih kompleks lagi.

faktor komplek yang mempengaruhi kita saat dewasa ialah, lingkungan tempat tinggal kita, budaya yang diturunkan nenek kakek moyang kita dulu, sistem pendidikan kita, serta lingkungan alam kita. satu persatu yuk kita bahas. 

1. lingkungan tempat tinggal kita

ya dengan lingkungan yang perhatian dan saling care akan menghadirkan pribadi yang hangat dan menyukai dengan keharmonisan dan sebaliknya (tidak sepenuhnya benar tetapi relative demikian).

2. budaya

adat suku bahasa serta sistem norma yang berjalan yang telah dipelihara oleh nenek kakek moyang kita selalu diturunkan agar tidak luntur dan dapat mengenal sejatinya kita dari mana dan identitas yang melekat secara nyata dan dengan hal seperti inilah kita secara tidak langsung sudah dikotak-kotakan dengan pengenalan perbedaan perbedaan yang ada antar suku adat bahasa dan budaya. tidak lah salah sebenarnya, bagaimana kita menyikapi saja, ada yang terbuka dan saling bertukar budaya demi kemajuan dan peradaban. tapi tidak sedikit pula yang membuat ketidak adilan serta berat sebelah, antar budaya yang lebih maju akan selalu mendominasi budaya yang lambat. dan selalu ada korban disitu. tetapi terlepas dari hal tersebut budaya yang membentuk kita untuk meneruskan dan mengenalkan darimana kita berasal bukan untuk menyamakan atau memaksakan budaya kita ke orang lain. ingat kita bukan 1 golongan saja tetapi beraneka ragam yang nyata ada. 

3. sistem pendidikan

dengan kemajuan peradaban karena budaya, kita mulai belajar dengan pelajaran dasar dan pengembangannya. dalam sistem yang diambil dan menjadi kebijakan inilah kita juga dibentuk. dari apa yang kita dapat disekolah untuk bekal awal menapaki kehidupan demi kehidupan selanjutnya. sistem pendidikan yang hanya mengutamakan nilai baik disetiap pelajaran atau sistem pendidikan yang tujuan dasarnya menemukan potensi individual? jika kita hanya dituntut untuk selalu mendapat nilai baik / memuaskan disemua mata pelajaran niscaya itu akan melemahkan individu individu yang tidak memiliki kemampuan yang memang setingan awal dari pencipta tidak dibuat untuk hal tersebut. berujung kepada depresi, frustasi, tidak percaya diri, introvert, pendiam, penyendiri dan menjadi sorotoan sesuatu yang berkonotasi negatif. tetapi sebaliknya jika individu mampu dalam segala mata pelajaran seakan menjadi kebanggan orangtua dan menganggap masa depan akan sangat cerah. nilai raport / evaluasi anak pada kertas adalah dimasa nya saja berlakunya tidak dengan kehidupan kita yang terus berjalan ini. seperti grafik eksponensial, bisa saja tahapan tahun pendidikan merupakan proses pengembangan yang lambat tetapi selepas dunia pendidikan individu ini bisa menjadi melesat dengan begitu tidak terbatas dengan bisnis / usahanya, who knows? setiap individu memlilki keunikan dan keahlian masing-masing dibidangnya dan harus disesuaikan dengan lingkungan dan tempatnya yang sesuai juga nantinya. jadi menilai individu dari pendidikan saja tidaklah cukup

4. lingkungan alam

aspek geografi juga pembentuk individu yang cukup dominan, karena belahan dunia memang tersebar begitu luas dan dengan keunikan masing masing tempat. ada yang 4 musim, ada yang 2 musim, ada pegunungan dan ada tepi pantai, ada hutan rimba dan ada perkotaan, tetapi alam dengan bijaknya selalu mengikuti cara hidup manusia yang tinggal didalamnya meskipun alam tidak pernah menuntut karena yang awal tercipat adalah alam baru manusia dikemudian. harusnya dan sepatutnya manusia bisa menghargai yang lebih senior menurut saya. karena dari alam kita akan menemukan rahasia dunia lambat atau cepat, alam terlalu banyak menyimpan misteri yang harus dipecahkan umat manunia untuk meniru dan belajar dari yang sudah terjadi. saksi sejarah dimana-mana seharusnya menyadarkan manusia untuk menjadi 1 kesatuan tujuan menjaga alam yang sedari awal indah dan asri untuk kemaslahatan umat manusia. jika tidak kita jaga, anak cucu kita akan hidup seperti apa? bisa membayangkan?