Minggu, 24 November 2019

cerpen mula mula

hari itu senja belum tiba, saat seorang anak manusia berkelana ke tenggara.
puluhan kilometer dengan canda tawa kawan dalam jalan.
tujuan belum nampak jelas selain hanya mengisi waktu yang terisolir dari ruang dan waktu rutinitas harian per dua bulanan.

Setelah melewati jalanan yg ramai akan kendaraan yang tak ingin saling mengalah , anak manusia itu mulai mencari-cari tempat yang akan di kunjungi untuk beristirahat sejenak.
Tibalah di suatu rumah kawannya, kawannya sekolah dulu.

andai kata pertemuan itu tak terjadi bukan cerita ini yang akan ku bagi.
kisah dulu begitu berarti untuk memori bagi diri.
kawan lama setelah terpisah bukan sekedar ruang kelas. saling memberi kabar dan menjalin persaudaraan. bukan hanya buah tangan diterima tertegun heran melihat wajah adinda.

Jumat, 15 November 2019

Tertambat Rindu

aku yang dari dekat lintang khatulistiwa
terekam jelas ingatan tergambar
dari balik gawai kita terikat
terikat akan kalbu dan gelora jiwa
meski jauh menjadi terasa dekat 
ingin ku tambatkan rindu ini untukmu malaikat

senandung gumam dan impian tercipta
auramu dan pesonamu nian terpahat
adindaku di sisi selatan ku berada
ku ingin selalu mendekap dekatmu
banyak perjalanan kita tempuh dengan suka duka
mengantarkan diriku menjadi lelaki kuat
bantahan hirauan cacian yang pernah ada
memberikanku pekikan kesempatan

terdengar jelas celotehan senja
rasa bahagia sedih dan kecewa terpadu satu
jarak ini membawakanku pada labuhan rindu
iya rindu, teruntukmu dinda

Rabu, 19 Juni 2019

Menulis kembali

Sekian lama hilang... aku kembali dengan ketikan dan rangkaian semangat baru meninggalkan kekecewaan

Semangat ya kamu