Minggu, 24 November 2019

cerpen mula mula

hari itu senja belum tiba, saat seorang anak manusia berkelana ke tenggara.
puluhan kilometer dengan canda tawa kawan dalam jalan.
tujuan belum nampak jelas selain hanya mengisi waktu yang terisolir dari ruang dan waktu rutinitas harian per dua bulanan.

Setelah melewati jalanan yg ramai akan kendaraan yang tak ingin saling mengalah , anak manusia itu mulai mencari-cari tempat yang akan di kunjungi untuk beristirahat sejenak.
Tibalah di suatu rumah kawannya, kawannya sekolah dulu.

andai kata pertemuan itu tak terjadi bukan cerita ini yang akan ku bagi.
kisah dulu begitu berarti untuk memori bagi diri.
kawan lama setelah terpisah bukan sekedar ruang kelas. saling memberi kabar dan menjalin persaudaraan. bukan hanya buah tangan diterima tertegun heran melihat wajah adinda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tolong komentarnya yang membangun ya?