Jumat, 18 Maret 2016

Kepercayaan

Tanpa kata tanpa suara.
hubungan yang dijalani tidak akan lama menjadi mudah, melainkan sebaliknya.
Bukan sesal, bukan pula kesedihan rasa sayang dan kasih yang telah dipupuk.
Butuh waktu, memang semua ada prosesnya.
Suatu harapan yang besar dari lubuk hati terdalam.
Untukmu, ya untukmu.
Apalah arti aku bila tanpa kamu,
Apalah arti kita bila tanpa percaya,
Proses yang membutuhkan waktu dan tahan uji dari insan yang menjalani
Waktu, ruang dan dimensi yang menjadi penghalang.
Semuanya menjadi rintangan dihadapan mata yang sudah jelas terlihat.
Maukah engkau bersedia disisiku?
Maukah engkau menemani kesendirianku?
Maukah engkau berbagi duniamu yang ceria itu untukku?
Memandang, memeluk, tersenyum dibalik dinding ini.
Bersabarkah kau?
Bersediakah kau?
Dan kuatkah kau disana?
Terlintas, seperti tidak kuat,
Takut engaku lelah dan merasa puas.
Meninggalkan ku berjalan sendiri.
Sang pencipta tahu segala jawaban dan kekwatiran.
Mendekatmu, engkau menjauhiku.
Menyanjungmu, engkau malu denganku.
Memperhatikanmu, engkau menolakku.
Bukan garis hidupku bila ku menyerah.
Sang pengharapanlah yang menguatkan.
Memampukan berdiri dan menatap impianku.
Sangat sangat jauh mimpiku.
Wujud doa tak henti terucap.
Lelah usaha kesabaran yang menyesakkan
Untukmu KELUARGAKU KELAK.
Lihat, sekarang dan tepat waktunya
Air mata yang tak terungkap
Peluh keringat mendera
Angan yang terbayang menyusun doa
Tapak usaha yang tertinggal
Untukmu, keluargaku mendatang...
Ayah ada dibalik dinding ini,
Menegur dan membimbingmu
Hingga kau berhasil menjadi sepertiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tolong komentarnya yang membangun ya?